Indonesia

Indonesia

BEDAH RUMAH PELOSOK NEGERI

Sebuah Kisah dari Pelosok Negeri yang Menunggu Sentuhan Kebaikan
Di sebuah pelosok negeri, berdiri sebuah rumah kecil yang sesungguhnya sudah tidak layak dihuni, namun tetap menjadi tempat berteduh bagi penghuninya. Rumah tua itu terbuat dari kayu yang telah lapuk dimakan usia. Lokasinya berada jauh di ujung desa, hanya bisa dicapai lewat jalan tanah berbatu yang panjang dan sepi.

Rumah itu bukan lagi tempat yang aman.
Atap sengnya berlubang di banyak bagian.
Setiap kali hujan turun, suara tetesan air memenuhi ruangan lebih nyaring dari doa-doa yang tak pernah putus mereka panjatkan.
Dinding kayunya keropos, beberapa bagian sudah miring, dan lantai tanahnya selalu basah setiap pagi.

Namun, mereka tetap bertahan.
Bukan karena ingin, tetapi karena tidak ada pilihan lain.
Kemiskinan sudah lama menjadi bagian dari hidup mereka. Nanmun yang mereka takutkan bukanlah kekurangan, melainkan hari ketika rumah itu benar-benar roboh dan menimpa orang-orang yang mereka sayangi.

Indonesia

BANTUAN BENCANA NUSANTARA CHAPTER SUMATERA

Banjir Bandang Sumatera: Mereka Kehilangan Segalanya, Bantu Mereka Mendapatkan Harapan Kembali!
Banjir bandang dan tanah longsor hebat telah melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Hujan ekstrem disertai arus deras merusak rumah warga, menjebol jembatan, serta memutus akses ke banyak desa. Menurut laporan resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 30 November 2025, korban jiwa telah mencapai 442 orang (The Jakarta Post). Ribuan warga kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka hancur atau terendam lumpur, sementara infrastruktur vital seperti jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi rusak parah sehingga menyulitkan evakuasi maupun distribusi bantuan. Dalam kondisi darurat ini, ribuan warga yang yang menjadi korba sangat membutuhkan bantuan segera.

Indonesia

AMAL JARIYAH BANGUN SARANA WUDHU MASJID AL-JIHAD

Di antara hujan deras yang mengguyur malam itu, tempat wudhu kecil di Masjid Al Jihad Sekeloa Bandung runtuh diterpa angin. Dan di balik reruntuhan itu, ada sosok yang tetap bertahan, Pak Nana, penjaga masjid yang kini menderita sakit paru-paru, meningitis, dan tumor di kepalanya. Tubuhnya boleh lemah… tapi semangatnya menjaga rumah Allah tak pernah padam.

Setiap pagi, ia masih mencoba melangkah, menyapu halaman masjid dengan napas yang tersisa, seolah berkata,

“Aku mungkin tak kuat berdiri lama, tapi aku ingin masjid ini tetap hidup.”

Kondisi tempat wudhu Masjid Al-Jihad:

Allah berfirman:
“Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada tiap-tiap tangkai ada seratus biji.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Mari, jadikan ini bukan sekadar hari berkah, tapi hari kita mengulurkan tangan untuk Pak Nana dan Masjid Al Jihad. Agar dari air wudhu yang nanti mengalir, lahir doa dan amal jariyah yang tak terputus…

Sedekah terbaikmu hari ini akan membangun tempat wudhu, menguatkan perjuangan Pak Nana, dan menghidupkan rumah Allah Karena saat kita bantu masjid berdiri, sejatinya kita sedang menegakkan iman di hati sendiri.

Indonesia

JEMBATAN PELOSOK SUKABUMI

Bayangkan… jika Anak Ayah/Bunda setiap hari harus bertaruh nyawa melewati jembatan rapuh dan hampir roboh hanya untuk pergi ke Sekolah. Bagaimana Perasaan Ayah/Bunda…?

Di pelosok Indonesia, masih banyak anak-anak dan warga desa harus melintasi jembatan kayu tua yang sudah lapuk, berlubang untuk sampai ke sekolah, kebun, dan pasar. Setiap langkah mereka dipenuhi rasa takut karena papan jembatan banyak yang patah, tali penyangga sudah mulai terlepas, dan di bawahnya mengalir sungai deras yang siap menyeret siapa saja yang terpeleset.

Saat musim hujan tiba, jembatan ini semakin berbahaya. Arus sungai naik, kayu menjadi licin, dan beberapa bagian sering hanyut terbawa air. Akibatnya, Warga harus memutar jauh atau bahkan Anak-anak terpaksa bolos sekolah berhari-hari, para orang tua pun tidak bisa pergi bekerja atau mengangkut hasil panen ke kota karena satu-satunya akses penghubung desa rusak parah. Ekonomi terhenti, aktivitas lumpuh, dan harapan seolah terputus bersama rapuhnya jembatan itu.

Sementara…, kita dan Anak-anak kita menikmati jalan yang mulus dan aman setiap hari, mereka mempertaruhkan keselamatan hanya untuk sekadar bersekolah atau mencari nafkah.

Ketakutan Mereka Adalah Panggilan Bagi Kita Semua. Sebuah Jembatan Adalah Jawaban Langsung untuk Ketakutan Itu

Ayah/Bunda bisa membantu membangun jembatan yang kokoh dan aman untuk Anak-anak Sekolah dan Warga desa di Pelosok Indonesia .

✔ Anak-anak bisa bersekolah tanpa rasa takut.
✔ Warga kembali bisa bekerja dan mengangkut hasil panen untuk dijual
✔ Aktivitas warga menjadi aman dan lancar.
✔ InsyaAllah, Setiap langkah aman mereka menjadi pahala jariyah untuk Ayah/Bunda.

Indonesia

SEDEKAH JUM’AT

Di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih banyak saudara kita yang berjuang keras mencari nafkah di jalanan. Mereka adalah para pemulung, tukang sampah, tukang ojek, pedagang kecil, dan pekerja informal lainnya yang setiap hari berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Sering kali, di balik keringat dan lelah mereka, ada perut yang kosong dan tenaga yang terkuras tanpa asupan yang memadai.

Melalui program SEDEKAH JUM’AT, Yayasan HUMANITY ABDI INDONESIA mengajak Anda untuk berbagi kehangatan dan kepedulian dengan menyedekahkan makanan berupa bubur kepada mereka. Program ini bertujuan tidak hanya untuk mengisi perut mereka yang lapar, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan semangat baru dalam menjalani hari.

Rasulullah ﷺ bersabda:
Barang siapa memberi makan seorang mukmin hingga ia kenyang dari kelaparan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam salah satu pintu surga yang tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang melakukan hal yang sama. (HR. Thabrani)

Mari bersama kita wujudkan kepedulian ini. Dengan setiap suapan bubur yang Anda sedekahkan, ada harapan yang tumbuh dan doa yang terucap dari mereka yang menerima. Satu kebaikan, sejuta keberkahan!