BEDAH RUMAH PELOSOK NEGERI
Sebuah Kisah dari Pelosok Negeri yang Menunggu Sentuhan Kebaikan
Di sebuah pelosok negeri, berdiri sebuah rumah kecil yang sesungguhnya sudah tidak layak dihuni, namun tetap menjadi tempat berteduh bagi penghuninya. Rumah tua itu terbuat dari kayu yang telah lapuk dimakan usia. Lokasinya berada jauh di ujung desa, hanya bisa dicapai lewat jalan tanah berbatu yang panjang dan sepi.
Rumah itu bukan lagi tempat yang aman.
Atap sengnya berlubang di banyak bagian.
Setiap kali hujan turun, suara tetesan air memenuhi ruangan lebih nyaring dari doa-doa yang tak pernah putus mereka panjatkan.
Dinding kayunya keropos, beberapa bagian sudah miring, dan lantai tanahnya selalu basah setiap pagi.
Namun, mereka tetap bertahan.
Bukan karena ingin, tetapi karena tidak ada pilihan lain.
Kemiskinan sudah lama menjadi bagian dari hidup mereka. Nanmun yang mereka takutkan bukanlah kekurangan, melainkan hari ketika rumah itu benar-benar roboh dan menimpa orang-orang yang mereka sayangi.




