WINTER PROJECT BUMI SYAM
Bayangkan.. anda harus melewati malam yang membeku tanpa pakaian tebal, tanpa penghangat, dan makanan hangat, hanya berlapis kain tipis yang tak mampu menahan gigitan dingin.
Di kamp pengungsian Bumi Syam, para korban perang harus bertahan hidup dengan pakaian tipis, tanpa penghangat yang tak cukup menghangatkan tubuh.
Anak-anak di Bumi Syam menggigil dengan bibir membiru, sementara orang tua memeluk mereka dalam tubuh yang sama-sama kaku. Dingin menusuk tulang, mencuri harapan di setiap malam panjang. Inilah kenyataan pahit yang dihadapi para pengungsi di Bumi Syam setiap musim dingin tiba.
Saat kita hangat dengan selimut dan jaket tebal, mereka justru berjuang melawan kedinginan. Setiap donasi kita dapat menjadi menghangatkan hidup mereka.
Musim Dingin di Bumi Syam Bukan Sekadar Musim, Tapi Ujian Kehidupan:
❄️ Sekitar 47% dari pengungsi Suriah adalah anak-anak, mereka sangat rentan terhadap risiko kesehatan, termasuk penyakit pernapasan, terutama dalam kondisi buruk saat musim dingin (UN Refugee).
❄️ Sebagain besar pengungsi tinggal tenda-tenda pengungsian, sebagiannya tinggal di tenda-tenda rapuh yang tidak layak huni.








