
Di sebuah pelosok negeri, berdiri sebuah rumah kecil yang sesungguhnya sudah tidak layak dihuni, namun tetap menjadi tempat berteduh bagi penghuninya. Rumah tua itu terbuat dari kayu yang telah lapuk dimakan usia. Lokasinya berada jauh di ujung desa, hanya bisa dicapai lewat jalan tanah berbatu yang panjang dan sepi.
Rumah itu bukan lagi tempat yang aman.
Atap sengnya berlubang di banyak bagian.
Setiap kali hujan turun, suara tetesan air memenuhi ruangan lebih nyaring dari doa-doa yang tak pernah putus mereka panjatkan.
Dinding kayunya keropos, beberapa bagian sudah miring, dan lantai tanahnya selalu basah setiap pagi.

Namun, mereka tetap bertahan.
Bukan karena ingin, tetapi karena tidak ada pilihan lain.
Kemiskinan sudah lama menjadi bagian dari hidup mereka. Nanmun yang mereka takutkan bukanlah kekurangan, melainkan hari ketika rumah itu benar-benar roboh dan menimpa orang-orang yang mereka sayangi.
Menurut data BPS 2024, 34,75% keluarga di Indonesia masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH). Artinya, dari 100 keluarga, 35 di antaranya menempati rumah yang kondisinya memprihatinkan (Source: kompas.com) Lebih memprihatinkan lagi, data dari DataIndonesia.id dan Kementerian PUPR mencatat bahwa Pulau Jawa menempati urutan pertama dengan jumlah terbanyak rumah tak layak huni (RTLH) di Indonesia, yakni 1.191.393 unit.

Kondisi ini bukan hanya soal kenyamanan tetapi juga menyangkut keselamatan dan kesehatan hidup manusia. Karena itu, Humanity Abdi Indonesia menghadirkan Program Bedah Rumah Pelosok Negeri, sebuah ikhtiar untuk membantu keluarga-keluarga prasejahtera di pelosok agar dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.
Ibu Tri: Menua dalam Sunyi, Bertahan dengan Doa
Di sebuah kampung yang jauh dari hiruk pikuk kota, tinggal seorang ibu sepuh berusia 75 tahun bernama Ibu Tri. Ia hidup sendirian, tanpa keluarga yang menemani, tanpa sandaran selain Allah.
Rumahnya hampir roboh. Atapnya bocor, lantainya rapuh, dindingnya miring. Setiap kali hujan turun, ia hanya bisa menyandarkan diri di sudut kamar yang dianggap paling kering meski sebenarnya tetap basah juga. Untuk makan sehari-hari, ia bergantung pada kebaikan para tetangga yang masih peduli.
Namun yang paling menyentuh… ia tidak pernah meminta dunia. Tidak meminta harta, tidak meminta kemewahan. Cita-citanya hanya satu:
"Semoga Allah kuatkan iman saya sampai akhir"
Di tengah hidup yang berat dan rumah yang tak lagi layak, ia masih menjaga keteguhan hati yang banyak dari kita pun sulit mempertahankannya.
Pak Boy: Menjalani Hari dalam Kesunyian
Di kampung yang sama, ada seorang pria berusia 65 tahun yang akrab disebut Om Boy. Ia seorang memiliki keterbalakangan mental, hidup seorang diri di sebuah gubuk kecil yang bocor tanpa alas tidur.
Tidak ada kasur.
Tidak ada perabot layak.
Hanya satu karung berisi entah apa kebutuhan dia dan lantai berlumpur.
Ia melewati hari-harinya dalam kesepian, menua dalam keadaan yang tidak seharusnya dialami seorang manusia.
Program Bedah Rumah Pelosok Negeri dari Humanity Abdi Indonesia hadir agar kisah seperti Pak boy dan Bu Tri dan keluarga lain seperti mereka tidak harus berakhir dengan tragedi.
Dengan bantuan Anda, saudara-saudara kita pelosok negeri bisa kembali mendapatkan:
Rumah yang lebih layak, aman dan kokoh.
Setiap kali hujan turun, mereka tidak khawatir atap ambruk dan bocor.
Menjadi bukti bahwa kepedulian kita mampu menjangkau Pelosok Negeri.
Bantuan Anda, dapat menyelamatkan rumah mereka yang nyaris roboh bisa menjadi tempat penuh ketenangan dengan cara:
Klik tombol "DONASI SEKARANG" atau salurkan kepedulianmu melalui:
✅ 6000101107 BSI
✅ 0355080870 BCA Syariah
✅ 8087000079 BNI
✅ 040701001768306 BRI
✅ 1010137696 Muamalat
📌an Yayasan Humanity Abdi Indonesia
Mohon lakukan Konfirmasi Donasi untuk mendapatkan tanda bukti dan update informasi program dengan mengklik nomor WhatsApp dibawah ini:
+62 831-6704-2791 (Admin Humanity Abdi Indonesia)
Semoga Allah catat niat baik kita semua sebagai amal pahala disisi Allah Ta’ala.
Barrakallahu fiekum. 🙏🏻
Kunjungi dan ikuti social media kami untuk mendapatkan informasi terbaru:
Instagram HAI: hai.humanity
Facebook HAI : Humanity Abdi Indonesia
Instagram CEO HAI, Kristinawati Hidajat: kristinawatihidajat
Tentang Humanity Abdi Indonesia
Humanity Abdi Indonesia (HAI) merupakan jembatan kebaikan yang menghimpun dan menyalurkan dana keumatan. Kami berkomitmen mengoptimalkan potensi kedermawanan secara amanah, profesional dan bertanggung jawab.
Legalitas
1. SK Kemenkumham AHU-0018169.AH.01.04.Tahun 2024. Lihat Izin Disini
2. Izin Rekomendasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia No. 20451/BK/11/2024/32. Lihat Izin Disini
3. Dinas Sosial Kota Bandung Nomor : TU.01.02/0049-Dinsos/I/2025. Lihat Izin Disini
Alamat Kantor
Jalan Madura No. 1A Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Kontak Kami
Whatsapp: +62 83167042791
Email: haihumanityindonesia@gmail.com
Kritik, Saran dan Masukan
www.haihumanity.or.id/kritik-dan-saran/